Bertemu denganku tidakkah jantungmu bergegub lebih kencang seperti diriku yang mulai tidak karu-karuan jika bertemu denganmu. Dadaku yang semula tenang tiba-tiba menghangat kembali saat kau mengucapkan salam lalu menanyakan kabarku. Kita sudah saling mengenal satu sama lain dan sudah tak sungkan untuk selalu berbagi mengenai perjalan hidup yang pernah kita lewati masing-masing maupun secara bersama-sama tidakkah kau ingin menjalin hubungan lebih dari sekedar hubungan tidak ‘jelas’ seperti sekarang ini?
Meski bibir ini tidak berkata bukan berarti aku tidak merasa nyaman pada perlakuanmu, sikapmu yang lembut, perhatianmu, kedewasaanmu membuatku tidak ingin melewatkan kamu begitu saja untuk kuajak mengisi hari-hariku yang selalu hampa ini. Hanya karna diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku menginginkanmu ada di hidupku bukan berarti aku tidak menginginkanmu.
Aku Terlalu Malu Untuk Menyatakan Perasaan Terlebih Dahulu
Di mataku kamu begitu sempurna saat ingin menyatakan perasaan ini aku mulai membayangkan kamu akan menolakku karna aku tau banyak yang naksir kamu bahkan jauh sebelum diriku dan jauh lebih cantik dari pada diriku. Aku mulai membayangkan kemungkina-kemungkinan yang tidak mungkin terjadi. Aku juga merasa tidak pantas untuk menyatakan perasaan padamu.
Berada di Depanmu Aku Sudah Mulai Gugub Dan Salting, Bagaiman Aku Mampu Mengatakan ‘I Love You’?
Gugup, salah tingkah, gerogi semua perasaan yang membuatku tampak kacau selalu saja secara tiba-tiba menjangkitiku saat aku membernikan diri ingin menyatakan perasaan. Ini membuatku taku dan semakin tidak berani karena aku rasa menyatakan perasaan saat seperti ini membuat ‘pengakuanku’ menjadi tidak berkesan dan tidak membuatmu tersentu dan bahkan tidak terlihat romantis. Dan akupun mulai mebayangkan akan terlihat konyol di hadapanmu.












0 comments:
Post a Comment